RSS

Arsip Kategori: Ceritaku

Bapak Becak

Kemarin sore, saat perjalanan pulang, kulihat didepanku sesosok bapak, beliau kurus renta, lusuh dan kotor sedang mengendarai becak miliknya menuju pasar, dibecaknya tidak ada penumpang. Bapak itu terus mengayuh sepedanya dengan lemas, mukanya terlihat sangat lelah,,,, Kulihat bapak itu lagi, kulihat kakinya mengatuh sepeda tanpa menggunakan sandal, ya tuhaan,,, sendal pun bapak tak punya,,, andai aku ada aku ingin rasanya turun dari sepeda motorku dan memberinya sandal. Bagaimana beliau melangkah,,, pasti rasanya sakit,,,, Bajunya yang dipakai pun sudah rusak, tipis, aku pun semakin terharu, bagaimana kalu hujan lebat,, hanya dengan baju tipis itu bapak bisa bertahan?? Selain itu bapakĀ  tidak memakai topi, padahal cuaca saat itu cerah,,, pasti panas sekali. Didalam becaknya kulihat terdapat kantung kecil dengan lusuhnya,di dalamnya kulihat sebuah botol, mungkin untuk minum bapak. Tapi apakah cukup untuk minum seharian dengan pekerjaan berat seperti itu?

Saat itu keadaan jalan cukup macet, karena hari itu akhir pekan. Kulihat bapak itu sambil mengendarai sepeda motorku. Saat pertama kulihat, hati ini begitu sedih melihatnya, dalam hatiku pun berdoa “Ya Tuhan, lindungilah bapak ini, jagalah beliau, berilah beliau kekuatan dan kesehatan, dekatkanlah beliau dengan-Mu”, saat itu tiba-tiba air mataku pun menetes, entah mengapa hati ini begitu sedih, terlintas dibayanganku bagaimana keluarga,,,,

Kulihat bapak itu lagi, mukanya begitu lelah, namun ada lintasan dalam pikirannya, “aku tidak boleh menyerah, kalau aku tidak bekerja mencari makan, bagaimana anak istriku dapat makan, mereka pasti sedih saat aku pulang aku tidak membawa apa-apa”, Mukanya begitu kurus,, namun masih ada harapan,, disampingnya begitu banyak kendaraan yang begitu modern, dengan sombongnya mereka mengendarai kendaraan mereka, dan sebagian besar hanya mementingkan kepentingannya masing-masing, namun aku tahu bapak itu begitu sabar. Hatiku merasa sedih lagi, karena aku juga tidak bisa membantu lebih, hanya bisa berdoa untuk beliau,,, ingin rasanya melihat wajah beliau bahagia,,, merasakan nikmatnya hidup dan bahagianya kehidupan,,,

Mari teman,,, kita berdoa untuk kebahagiaan mereka,,,, Masih banyak saudara-saudara kita yang seperti beliau, dengan permasalahan dan kesulitan yang berbeda,, uluran tangan kita sangat berarti bagi mereka,, doa kita pun sangat berharga bagi mereka,,, berdoalah agar mereka selalu bahagia di tengah kesulitan mereka,, tidak menyerah,,,

Hal yang paling menyedihkan bagi saya adalah ketika saya tidak berbuat banyak bagi mereka,, ingin rasanya melihat wajah mereka tersenyum,,,, itulah hal yang terindah dalam hidup ini,, “BERBAGI KEBAHAGIAN”

(^.^)

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2011 in Ceritaku, HOME

 
 
%d blogger menyukai ini: