RSS

GASTRITIS

14 Mei

Lambung adalah organ pencernaan di dalam tubuh manusia yang berfungi untuk menyimpan makanan, mencernakan kembali makanan menjadi partikel yang lebih kecil untuk diteruskan ke duadenum. Gastritis adalah inflamasi (pembengkakan) dari mukosa lambung termasuk gastritis erosiva yang disebabkan oleh iritasi, refluks cairan kandung empedu dan pankreas, haemorrhagic gastritis, infectious gastritis, dan atrofi mukosa lambung. Inflamasi ini mengakibatkan sel darah putih menuju dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan pada bagian lambung. Gastritis dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Gastritis akut
Salah satu bentuk gastritis akut yang sering dijumpai di klinik ialah
gastritis akut erosif. Gastritis akut erosif adalah suatu peradangan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosif. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis.
2. Gastritis kronis
Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun. Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan lambung yang berkepanjangan yang disebabkan baik oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau oleh bakteri helicobacter pylori.
Etiologi
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab gasttritis. Beberapa penyebab utama dari gastritis adalah Infeksi, iritasi dan reaksi autoimun. Infeksi dapat terjadi baik itu oleh bakteri ataupun virus. Iritasi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti obat-obatan, alkohol, ekskresi asam lambung berlebihan, muntah kronis dan menelan racun.
Gastritis erosiva biasanya akibat dari sakit yang parah atau dari obat-obatan. Stres, etanol, cairan empedu, Non-Steroidal Anti Inflamatory Drug (NSAID) mengganggu barier mukosa lambung, sehingga mudah terluka dengan asam lambung normal. Infeksi dari H.pylori menimbulkan peptic ulcer disease (PUD). H.pylori berkoloni pada lapisan terdalam lapisan mukosa yang merupakan pelindung dari mukosa lambung dan mengganggu fungsinya sebagai pelindung. NSAID dan aspirin juga mengganggu lapisan mukosa pelindung dengan menghambat aktivitas cyclooxygenase mukosa, menurunkan kadar prostaglandin mukosa. Banyak orang yang terdapat koloni H.pylori dan mengkonsumsi obat-obatan tersebut tidak terjadi gastritis ataupun PUD sehingga disimpulkan ada faktor penting lainnya yang juga ikut berperan.
Manifestasi Klinik
Manifestesi klinis gastritis bervariasi, mulai dari keluhan abdomen yang tidak jelas, seperti anoreksia, bersendawa, cegukan, dan mual, sampai gejala yang lebih berat seperti nyeri epigastrium (nyeri ulu hati), muntah, perdarahan, dan hematemesis namun ada pula yang tanpa gejala.

Patofisiologi
Mekanisme kerusakan mukosa pada gastritis diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara faktor agresif dan faktor defensif yang berperan dalam menimbulkan lesi pada mukosa. Faktor agresif tersebut yaitu HCL, pepsin, asam empedu, infeksi, virus, bakteri dan bahan korosif (asam dan basa kuat). Sedangkan faktor defensive adalah mukosa lambung dan mikro sirkulasi. Dalam keadaan normal faktor defensive dapat mengatasi faktor agresif sehingga tidak menimbulkan kelainan patologis pada lambung. Sekresi asam lambung berlebihan atau kerusakan pembatas mukosa saluran pencernaan merupakan predisposisi individu terhadap terbentuknya tukak. Helicobacter pylori basilus yang ditemukan pada epitel lambung, dipercaya sebagai salah satu faktor utama dalam patogenesis terjadinya gastritis (Moore 1997). Gastritis terbagi menjadi dua yaitu :
1. Gastritis Akut
Gastritis akut dapat disebabkan oleh karena stres, zat kimia misalnya obat-obatan dan alkohol, makanan yang pedas, panas maupun asam. Pada para yang mengalami stres akan terjadi perangsangan saraf simpatis NV (Nervus vagus) yang akan meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung. Adanya HCl yang berada di dalam lambung akan menimbulkan rasa mual, muntah dan anoreksia.
Zat kimia maupun makanan yang merangsang akan menyebabkan sel epitel kolumner, yang berfungsi untuk menghasilkan mukus, mengurangi produksinya. Sedangkan mukus itu fungsinya untuk memproteksi mukosa lambung agar tidak ikut tercerna. Respon mukosa lambung karena penurunan sekresi mukus bervariasi diantaranya vasodilatasi sel mukosa gaster. Lapisan mukosa gaster terdapat sel yang memproduksi HCl (terutama daerah fundus) dan pembuluh darah. Vasodilatasi mukosa gaster akan menyebabkan produksi HCl meningkat. Anoreksia juga dapat menyebabkan rasa nyeri. Rasa nyeri ini ditimbulkan oleh karena kontak HCl dengan mukosa gaster. Respon mukosa lambung akibat penurunan sekresi mukus dapat berupa eksfeliasi (pengelupasan). Eksfeliasi sel mukosa gaster akan mengakibatkan erosi pada sel mukosa. Hilangnya sel mukosa akibat erosi memicu timbulnya
2. Gastritis Kronis
Merupakan kelainan yang cukup sering ditemukan dalam klinik maupun praktek sehari-hari. Namun penyebab maupun patogenesis penyakit ini belum seluruhnya diketahui, sehingga masih banyak masalah dalam diagnosis dan penatalaksanaan penyakit ini. Dalam klinik dan sesuai dengan luas serta derajat kerusakan mukosa lambung. Gastritis kronik dapat dibagi menjadi gastritis kronik superfisialis, gastritis atrofik kronik dan hipertrofika gastrik kronik. Gastritis superfisialis merupakan inflamasi kronis pada permukaan mukosa lambung, keluhan yang sering diajukan pada penyakit ini adalah perasaan seperti tertekan pada epigastrum, rasa penuh, nause serta vomitus, terkadang juga muncul rasa pedih, baik sebelum atapun sesudah makan. Pada gastritis atropi sering terlihat kelenjar mengalami atrofi. Penyakit ini sering dijumpai pada penderita anemia pernisiosa dan penyakit defisiensi lain. Gastritis hipertrofikans kronik merupakan suatu penebalan mukosa lambung pada proses inflamasi tanpa disertai destruksi dari kelenjar, penyakit ini tidak diketahui dengan jelas penyebabnya.
Pencegahan
Cara terbaik untuk mengatasi gastritis adalah melakukan pencegahan, seperti tidak menggunakan obat-obat yang mengiritasi lambung, makan teratur atau tidak terlalu cepat, mengurangi makan makanan yang terlalu pedas dan berminyak, hindari merokok dan banyak minum kopi/alkohol, kurangi stres.
Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan terhadap gastritis bergantung pada penyebabnya. Pada banyak kasus gastritis, pengurangan dari asam lambung dengan bantuan obat sangat bermanfaat. Antibiotik digunakan untuk menghilangkan infeksi. Penggunaan dari obat-obatan yang mengiritasi lambung juga harus dihentikan. Pengobatan lain juga diperlukan bila timbul komplikasi atau akibat lain dari gastritis.
Kategori obat pada gastritis adalah:
•    Antasid : menetralisir asam lambung dan menghilangkan nyeri
•    Acid blocker : membantu mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi.
•    Proton pump inhibitor : menghentikan produksi asam lambung dan menghambat H.pylori.
•    Cytoprotective agent : melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus.
Penatalaksanaan Gizi
Penatalaksanaan gizi yang dapat dilakukan, memberi intervensi sebagai salah satu pengobatan gastritis yaitu :
1.    Praktek-praktek diet yang mendorong kenyamanan
Membatasi hanya makanan-makanan yang dapat menyebabkan pasien tidak merasa nyaman. Untuk beberapa pasien hal ini mencakup makanan yang mengandung kafein, kopi tanpa kafein, alcohol dan merica hitam atau cabe atau makanan berempah lain.
2.    Pendidikan gizi, pengenalan gejala dan modifikasi diet untuk memaksimumkan kenyamanan
Bekerja sama dengan pasien dan keluarganya untuk membentuk diet khusus dan membatasi hanya makanan-makanan yang menyebabkan nyeri. Makanan kecil tapi sering dan makanan ringan dapat mengurangi nyeri pada beberapa individu.
3.    Relaksasi dan teknik-teknik mengurangi stress
Membuat waktu makan yang tenang dan relaks, untuk menghindari sekresi asam lambung yang berlebihan.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2011 in HOME, Kesehatan, Pangan, Gizi dan Kesehatan

 

6 responses to “GASTRITIS

  1. azzya

    23 Mei 2011 at 09:54

    yun.. kalau boleh sekedar saran nih..
    rapiin lagi tulisannya say.. biar lebih mudah di baca.. hhe.. ada banyak kodenya tuh.. :p

     
    • yuunie

      29 Mei 2011 at 21:20

      hehe,, iya fath,,, kamsahamnida chingu😉

       
  2. fibobo

    23 Mei 2011 at 14:14

    oh gastritis ada banyak jenisnya…nice info…tambahin lagi datanya yuni 🙂

     
  3. TIARA

    2 November 2011 at 14:16

    sumbernya drmna bole tau ga kak?😀

     
  4. Cieciex Ya Ceemplox

    7 Februari 2012 at 22:53

    siips…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: